Yang perlu diperhatikan sebelum melakukan perbaikan sebuah komputer
adalah menyiapkan peralatan yang diperlukan dalam perbaikan komputer
tersebut baik itu hardware maupun software.
Untuk hardware yang perlu disediakan seperti obeng (plus dan min), avo
meter dan tang. Ketiga alat ini adalah kebutuhan yang sangat mendasar
apabila ketiga alat seperti obeng, avo meter dan tang tersebut tidak ada
sebaiknya jangan coba-coba untuk melakukan perbaikan computer karena
sudah pasti akan mengalami kendala. Sedangkan untuk software, yang harus
disediakan adalah system operasi, aplikasi standard seperti Microsoft
office serta anti virus. Selain itu driver-driver yang dibutuhkan untuk
hardware computer tersebut.
Setelah peralatan sudah tersedia barulah memulai melakukan pengecekan terhadap computer yang rusak.
Sebelum mengambil tindakan terhadap komputer yang rusak perhatikan kabel
power listrik yang terhubung antara central processing unit (cpu)
dengan stop kontak. Putuskan hubungan listrik antara cpu dengan stop
kontak terlebih dahulu.
Power supply
Setelah saluran listrik terputus barulah mulai membuka penutup cpu
(casing), kemudian lepas semua kabel yang terpasang antara komponen
dengan mainboard seperti kabel data antara hard disk, cd-rom, power
supply.
Lakukan pengecekan terhadap tegangan yang keluar dari power supply
apakah masih sesuai dengan keterangan yang tertera pada case power
supply atau tidak. Jika sudah tidak sesua maka lakukan perbaikan pada
power supply atau ganti dengan power supply yang baru. Malasah perbaiki
atau ganti power supply tergantung kepada berat atau ringannya kerusakan
pada power supply. Jika kerusakan sangat parah (terjadi hubungan pendek
dan terbakar) akan lebih baik diganti dengan yang baru.
Memori
Apabila pada pemeriksaan awal pada power supply dan ternyata semua
ukuran voltage masih dalam keadaan baik maka selanjutnya periksa
kebersihan kepingan memori khususnya pada bagian kuning emas yang
tertancap ke motherboard. Lakukan pembersihan pada bagian kuning emas
dengan menggunakan karet penghapus.
Kartu-Kartu
Selain memori, yang harus dilakukan pembersihan adalah kartu-kartu
(cards) seperti vga card, sound card, modem, lan card, tv-tunner card
(internal tv tunner).
Processor
Processor sangat penting dalam system komputer karena merupakan pusat
pengolahan data. Processor harus dijaga suhunya pada saat melakukan
pemrosesan data, oleh karena itu prosesor biasa dilengkapi dengan
pendingin dan sebuah kipas angin (fan) kecil untuk mengatur agar suhu
pada prosesor tidak melebihi batas maksimum yang sudah ditentukan.
Apabila dalam pengecekan ditemukan panas suhu processor melebihi batas
maksimum sebaiknya lakukan pembersihan pada heatsink dan kipas. Hal ini
dilakukan apabila fungsi kipas masih normal (bisa berputar dengan baik).
Apabila kipas tidak berfungsi dengan baik sebaiknya lakukan penggantian
dengan kipas yang baru. Kerusakan secara fisik jarang terjadi pada
processor namun tidak menutup kemungkinan terjadi kerusakan pada
processor. Untuk membuktikannya, coba gunakan processor tersebut pada
motherboard yang berbeda.
Mainboard/motherboard
Motherboard tidak kalah pentingnya dengan processor. Motherboard lebih
sering rusak diakibatkan oleh kurang stabilnya aliran listrik, mematikan
komputer dengan tidak melakukan proses shutdown yang benar (langsung
mematikan aliran listrik), terjadinya hubungan pendek (korsleting
listrik) akibat debu.
Perhatikan pada kaki-kaki komponen yang tertancap, apakah ada yang
terbakar atau tidak jika ada yang terbakar, maka kemungkinan motherboard
tersebut rusak. Apabila motherboard rusak maka jalan keluarnya harus
melakukan penggantian motherboard yang baru, karena untuk mengganti
komponen tersebut akan mengalami kesulitan karena ukurannya sangat
kecil.
Semoga tips di atas bisa membantu
Rabu, 29 Februari 2012
Mungkinkah Komputer Baru Bisa Rusak
Jawabannya adalah Sangat Mungkin, kenapa ? berikut jawabannya.
Komputer baru dalam artian baru beli bisa saja dikatakan rusak apabila tidak bisa digunakan sebagaimana mestinya (bagi pengguna komputer awam) kenapa demikian misalnyanya saja menjalankan salah satu aplikasi dan tidak berjalan dengan baik, hal ini bisa dikatakan komputer rusak.
Dari pengalaman saya saat dipanggil untuk melakukan perbaikan komputer ada banyak macam keluhan ada yang mengatakan komputer saya rusak, komputer saya mati, komputer saya tidak bisa hidup pokoknya macam-macam penyampaian masalah kerusakan komputer.
Sebenarnya kerusakan komputer hanya ada dua yaitu yang pertama kerusakan pada software dan yang kedua adalah kerusakan pada hardware atau alat dari komputer itu sendiri (perangkat keras).
Apabila kerusakan pada hardware biasanya kalau komputer tersebut masih baru dan beli disertai garansi replay (tukar) ataupun garansi service biasanya tidak mungkin langsung rusak.
Berbeda halnya dengan kerusakan daripada software, kerusakan pada software ini bisa saja terjadi setelah melakukan pembelian komputer artinya setelah membeli komputer hari ini besoknya sudah rusak, itu bisa saja terjadi karena software yang terinstall pada komputer tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya.
Kenapa demikian ? begini... sebagai pengguna komputer yang masih awam biasanya mencoba-coba hal yang baru (seperti saya dulu hehehe...) termasuk mencoba semua perintah yang ada di komputer tersebut yang mana tidak semua perintah di komputer berfungsi untuk memperbaiki namun dengan perintah tersebut bisa merusak software yang ada di dalam komputer itu sendiri.
Misalkan saja perintah delete atau perintah format, kedua perintah ini sangat bahaya apabila dilakukan oleh pengguna komputer yang masih awam. Bagaimana tidak jika seseorang menghapus salah satu file aplikasi atau bahkan file sistem operasi sehingga aplikasi atau os tersebut tidak berjalan dengan baik.
Bila ini sudah terjadi ujung-ujungnya telpon dan panggil si penjual komputer yang katanya koq baru sehari komputer sudah rusak ?
Selain itu juga ada hal lain yang tidak sengaja dilakukan oleh pengguna itu sendiri misalnya kerusakan software oleh karena diserang virus yang secara diam-diam menyusup masuk ke komputer setelah melakukan koneksi ke internet atau ke paralatan lain misalnya flash disk, handphone (hp), memori card dan peralatan lainnya.
Virus-virus inilah yang menyebabkan kerusakan pada software sehingga komputer baru sekalipun bisa dikatakan rusak karena fungsi dari komputer tersebut tidak bisa berjalan sebagai mana mestinya.
Oleh karena itu jagalah komputer anda dari hal-hal yang dapat merusak hardware maupun software sehingga penggunaan komputer anda menjadi lebih awet dan tahan lama. Semoga info ini bermanfaat.
Komputer baru dalam artian baru beli bisa saja dikatakan rusak apabila tidak bisa digunakan sebagaimana mestinya (bagi pengguna komputer awam) kenapa demikian misalnyanya saja menjalankan salah satu aplikasi dan tidak berjalan dengan baik, hal ini bisa dikatakan komputer rusak.
Dari pengalaman saya saat dipanggil untuk melakukan perbaikan komputer ada banyak macam keluhan ada yang mengatakan komputer saya rusak, komputer saya mati, komputer saya tidak bisa hidup pokoknya macam-macam penyampaian masalah kerusakan komputer.
Sebenarnya kerusakan komputer hanya ada dua yaitu yang pertama kerusakan pada software dan yang kedua adalah kerusakan pada hardware atau alat dari komputer itu sendiri (perangkat keras).
Apabila kerusakan pada hardware biasanya kalau komputer tersebut masih baru dan beli disertai garansi replay (tukar) ataupun garansi service biasanya tidak mungkin langsung rusak.
Berbeda halnya dengan kerusakan daripada software, kerusakan pada software ini bisa saja terjadi setelah melakukan pembelian komputer artinya setelah membeli komputer hari ini besoknya sudah rusak, itu bisa saja terjadi karena software yang terinstall pada komputer tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya.
Kenapa demikian ? begini... sebagai pengguna komputer yang masih awam biasanya mencoba-coba hal yang baru (seperti saya dulu hehehe...) termasuk mencoba semua perintah yang ada di komputer tersebut yang mana tidak semua perintah di komputer berfungsi untuk memperbaiki namun dengan perintah tersebut bisa merusak software yang ada di dalam komputer itu sendiri.
Misalkan saja perintah delete atau perintah format, kedua perintah ini sangat bahaya apabila dilakukan oleh pengguna komputer yang masih awam. Bagaimana tidak jika seseorang menghapus salah satu file aplikasi atau bahkan file sistem operasi sehingga aplikasi atau os tersebut tidak berjalan dengan baik.
Bila ini sudah terjadi ujung-ujungnya telpon dan panggil si penjual komputer yang katanya koq baru sehari komputer sudah rusak ?
Selain itu juga ada hal lain yang tidak sengaja dilakukan oleh pengguna itu sendiri misalnya kerusakan software oleh karena diserang virus yang secara diam-diam menyusup masuk ke komputer setelah melakukan koneksi ke internet atau ke paralatan lain misalnya flash disk, handphone (hp), memori card dan peralatan lainnya.
Virus-virus inilah yang menyebabkan kerusakan pada software sehingga komputer baru sekalipun bisa dikatakan rusak karena fungsi dari komputer tersebut tidak bisa berjalan sebagai mana mestinya.
Oleh karena itu jagalah komputer anda dari hal-hal yang dapat merusak hardware maupun software sehingga penggunaan komputer anda menjadi lebih awet dan tahan lama. Semoga info ini bermanfaat.
Bagaimana Cara Mengubah Booting Komputer Dari CD-ROM
Dulu installasi software pada komputer dilakukan dengan menggunakan
disket, namun saat ini sudah jauh berbeda yaitu menggunakan compact disk
(cd). Dalam cd bisa tersimpan banyak macam program dan driver.
Karena saat inisemua program sudah tersimpan di dalam cd maka proses booting pun harus melalui cd, namun masalahnya adalah settingan BIOS (basic input/output system) pada keadaan defaultnya tidak mengarahkan booting ke cd rom sehingga masih banyak yang belum tau bagaimana mengubah aturan booting dalam BIOS agar CD-lah yang menjadi prioritas pertama pada saat melakukan booting.
Untuk masuk ke menu BIOS caranya berbeda-beda ada yang menggunakan tombol DEL ada yang menggunakan tombol fungsi F2 dan ada juga yang menggunakan variasi 2 tombol pada keyboard, namun semuanya bisa dilihat pada saat bios dibaca pertama kali dan terlihat pada monitor.
Apabila proses booting terlalu cepat sehingga anda tidak sempat membaca atau bahkan menekan tombol untuk masuk ke bios maka sebaiknya anda menekan tombol Pause/Break pada keyboard untuk menghentikan sementara proses booting, hal ini dilakukan agar kita sempat membaca perintah yang dapat dilakukan untuk bisa dpat masuk ke dalam menu BIOS.
Pada artikel ini kita menggunakan tombol DEL yang lebih sering ditemui saat ini.
Langkah awal untuk masuk ke dalam menu BIOS adalah nyalahkan komputer, dengan menekan power komputer, perhatikan lampu pada keyboard berkedip maka tekan tombol DEL berkali-kali dengan maksud agar anda tidak terlambat menekan tombol DEL.
Setelah masuk pada menu BIOS perhatikan menu pilihan Advanced BIOS Features, disana terdapat pilihan First Boot Device. Geser kursor dan tempatkan pada First Boot Device kemudian lakukan pemilihan media booting dengan menggunakan tanda tambah (+) atau tanda kurang (-). Karena pada prkatek kita kali ini untuk booting menggunakan cd maka pilihlah CD-ROM sebagai media booting awal.
Langkah berikutnya adalah klik Esc pada keyboard untuk keluar dari menu Advaced BIOS Feature dan kembali ke manu utama BIOS. Dari menu utama BIOS pilihlah Save & Exit Setup kemudian pilih Y (yes) dan tekan Enter untuk keluar dari menu BIOS sekaligus melakukan Booting.
Sekarang komputer anda akan selalu membaca cd-rom sebagai proses booting pada komputer anda yang telah anda lakukan perubahan, apabila anda menghendaki untuk mengembalikan booting dari cd-rom ke hard disk, maka langkah masuk ke BIOS setupnya adalah sama dan gantilah First Boot Device dengan Hard Disk
Karena saat inisemua program sudah tersimpan di dalam cd maka proses booting pun harus melalui cd, namun masalahnya adalah settingan BIOS (basic input/output system) pada keadaan defaultnya tidak mengarahkan booting ke cd rom sehingga masih banyak yang belum tau bagaimana mengubah aturan booting dalam BIOS agar CD-lah yang menjadi prioritas pertama pada saat melakukan booting.
Untuk masuk ke menu BIOS caranya berbeda-beda ada yang menggunakan tombol DEL ada yang menggunakan tombol fungsi F2 dan ada juga yang menggunakan variasi 2 tombol pada keyboard, namun semuanya bisa dilihat pada saat bios dibaca pertama kali dan terlihat pada monitor.
Apabila proses booting terlalu cepat sehingga anda tidak sempat membaca atau bahkan menekan tombol untuk masuk ke bios maka sebaiknya anda menekan tombol Pause/Break pada keyboard untuk menghentikan sementara proses booting, hal ini dilakukan agar kita sempat membaca perintah yang dapat dilakukan untuk bisa dpat masuk ke dalam menu BIOS.
Pada artikel ini kita menggunakan tombol DEL yang lebih sering ditemui saat ini.
Langkah awal untuk masuk ke dalam menu BIOS adalah nyalahkan komputer, dengan menekan power komputer, perhatikan lampu pada keyboard berkedip maka tekan tombol DEL berkali-kali dengan maksud agar anda tidak terlambat menekan tombol DEL.
Setelah masuk pada menu BIOS perhatikan menu pilihan Advanced BIOS Features, disana terdapat pilihan First Boot Device. Geser kursor dan tempatkan pada First Boot Device kemudian lakukan pemilihan media booting dengan menggunakan tanda tambah (+) atau tanda kurang (-). Karena pada prkatek kita kali ini untuk booting menggunakan cd maka pilihlah CD-ROM sebagai media booting awal.
Langkah berikutnya adalah klik Esc pada keyboard untuk keluar dari menu Advaced BIOS Feature dan kembali ke manu utama BIOS. Dari menu utama BIOS pilihlah Save & Exit Setup kemudian pilih Y (yes) dan tekan Enter untuk keluar dari menu BIOS sekaligus melakukan Booting.
Sekarang komputer anda akan selalu membaca cd-rom sebagai proses booting pada komputer anda yang telah anda lakukan perubahan, apabila anda menghendaki untuk mengembalikan booting dari cd-rom ke hard disk, maka langkah masuk ke BIOS setupnya adalah sama dan gantilah First Boot Device dengan Hard Disk
SETTING BIOS KOMPUTER
Setting BIOS Komputer
BIOS Sendiri kepanjangannya adalah Basic Input Output System
BIOS itu sendiri berfungsi sebagai inisialisasi terhadap semua perangkat keras yang terpasang, menjalankan sistem operasi (SO), mengatur konfigurasi dasar dalam komputer seperti (tanggal, waktu, media penyimpan data, booting device dan lain-lain) serta membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturan dan penyesuaian perangkat keras dengan menggunakan BIOS Runtime Services.
Pada artikel ini saya hanya menyajikan beberapa settingan yang terpenting saja, sedangkan yang lainnya anda bisa mencoba sendiri.
Standard CMOS (Complimentary Metal Oxide Semiconductor) Features
Pada bagian ini kita bisa mengubah tanggal dan waktu, media penyimpanan seperti harddisk, floppy disk, CD-ROM serta Video Graphic Adapter. Untuk format tanggal biasanya menggunakan format penulisan yaitu MM/DD/YY (MM=Bulan,DD=Tanggal,YY,Tahun).
Advanced BIOS Features
Pada bagian ini kita bisa mengatur boot device (prioritas boot drive), jika boot menggunakan CD maka pililah CDROM pada First boot device, jika komputer anda akan di boot dari harddisk maka aturlah pilihan Hard Disk pada First boot device, begitu juga dengan boot menggunakan disket (meskipun saat ini hampir tidak ada yang boot menggunakan disket).
Advanced Chpset Features
Pada bagian ini untuk mengatur besarnya ukuran kapasitas sebuah memori video grapic adapter (VGA).
Integrated Peripherals
Bagian ini untuk mengatur Enable atau Disable sebuah device yang terpasang pada mainboard seperti USB, Sound, Modem dan Ethernet.
Power Management Setup
Pada bagian ini sebaiknya tidak usah di utak-atik dan biarkan pada format defaultnya.
PnP/PCI Configurations
Pada bagian ini juga sama seperti pada Power Management Setup tidak usah di ubah settingan defaultnya.
PC Health Status
Pada bagian ini anda bisa mengatur Shutdown Temperaturnya saja. Apablia apabila derajat panasnya prosesor mencapai 70 o C/158 o F maka komputer akan secara otomatis melakukan shutdown.
Frequenscy/Voltage Control
Pada bagian ini untuk mengatur voltage yang dibutuhkan prosesor, pada bagian ini sebaiknya jangan di ataur apabilah belum memahami betul tentang kebutuhan voltage yang dibutuhkan prosesor yang terpasang pada main board.
Load Fail-Safe Defaults dan Load Otpimized Default
Pada bagian ini juga tidak usah diubah apa-apa kecuali anda ingin mengaturnya secara default dan bukan manual.
Set Password
Pada bagian ini untuk membuat sebuah password untuk melindungi settingan BIOS bagi orang lain yang tidak berkepentingan untuk mengubah settingan BIOS. Apabila anda lupa akan password yang sudah dibuat maka jalan terbaik adalah mereset BIOS setting dari mainboard.
Save & Exit Setup
Bagian ini adalah untuk menyimpan semua settingan yang sudah diatur pada BIOS dan keluar dari menu BIOS.
Exit Without Saving
Keluar dari jendela BIOS tanpa melakukan penyimpanan perubahan yang sudah dilakukan.
Cara Membuat Akun di Youtube
Cara Membuat Akun di Youtube
Banyak artis pendatang baru tenar gara-gara Youtube, ketenaran mereka
hanya karena ulah iseng mereka yang melakukan unggah video mereka ke
Youtube dan ditonton oleh banyak orang sehingga mereka menjadi orang
terkenal secara mendadak. Apakah anda juga ingin menjadi terkenal
seperti Norman Camaru dari Sulawesi yang dulunya personil Polisi kini
meninggalkan kesatuannya dan memilih menjadi penyanyi, Udin dari Lombok
yang dikenal dengan Lagu SI Udinnya dan dua gadis cantik dari Bandung
Sinta dan Jojo dengan lipsinch lagu Keong Racun.
Selain tujuan iseng ada juga bertujuan untuk menyebar luaskan informasi melalui video pada Youtube. Anda mungkin salah satu dari orang yang cuma berniat iseng maupun hanya sekedar berbagi informasi melalui video. Tapi pesan saya jangan upload video porno ya... kasihan, bukannya menjadi orang terkenal tapi justru menjadi tersangka.
Selain tujuan iseng ada juga bertujuan untuk menyebar luaskan informasi melalui video pada Youtube. Anda mungkin salah satu dari orang yang cuma berniat iseng maupun hanya sekedar berbagi informasi melalui video. Tapi pesan saya jangan upload video porno ya... kasihan, bukannya menjadi orang terkenal tapi justru menjadi tersangka.
Cara Membuat Akun Youtube
1. Kunjungi situs Youtube.com, kemudian lihat pojok kanan atas ada menu Create Account, klik Create Account.
2. Isi data diri anda, mulai dari first nama dan last name, google user
name, tanggal lahir, jenis kelamin dan lain-lain. Buatkan password untuk
akses akun youtube anda pada Create a Password.
3. Centang tulisan I agree to the Google Terms of Service and Privacy Policy.
4. Klik Next Step
5. Bila anda memiliki foto bisa di add profil foto pada langkah ke 5 ini, jika tidak silahkan klik Next Step
6. Klik Back To Youtube.
Anda sudah berhasil membuat akun google sekaligus sebagai akun Youtube, selanjutnya anda tinggal melakukan upload video ke youtube kapan saja.
Semoga tuntunan membuat akun Youtube ini bermanfaat bagi pengunjung blog Belajar Ilmu Komputer online ini.
Anda sudah berhasil membuat akun google sekaligus sebagai akun Youtube, selanjutnya anda tinggal melakukan upload video ke youtube kapan saja.
Semoga tuntunan membuat akun Youtube ini bermanfaat bagi pengunjung blog Belajar Ilmu Komputer online ini.
Mempercepat Proses Shutdown Pada Windows
Mempercepat Proses Shutdown Pada Windows
Mungkin
anda pernah mengalami proses shutdown yang begitu lama pada saat anda
ingin mematikan komputer anda. Memang proses shutdown yang memakan waktu
begitu lama akan sangat menjengkelkan bagi kita dan terlebih lagi jika
kita memang ingin segera mematikan komputer tersebut karena ada
pekerjaan yang lain.
Berikut ada beberapa teknik yang bisa digunakan untuk mempercepat proses shutdown windows anda yaitu dengan cara memodifikasi beberapa registry pada windows anda.
1. Digunakan untuk menutup semua aplikasi pada saat shutdown (auto kill ).
- Masuk ke registry editor anda ( Start –> Run –> Ketik regedit )
- Masuk ke registry berikut
HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\Desktop
- Cari key dengan nama “AutoEndTasks” dan klik kanan key tersebut lalu pilih Modify, ubah Value Data menjadi 1.
2. Digunakan untuk merubah waktu menutup suatu aplikasi jika ada aplikasi yang Hang.
- Masuk ke registry editor anda ( Start –> Run –> Ketik regedit )
- Masuk ke registry berikut
HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\Desktop
- Cari key dengan nama “WaitToKillAppTimeout” dan “HungAppTimeout”.
- Klik kanan masing-masing key tersebut lalu pilih Modify dan ubah Value Data menjadi 1000.
3. Digunakan untuk menonaktifkan fasilitas Clearing Paging File.
Sebelum menggunakan langkah ini anda bisa lihat apa kegunaan paging file disini http://en.wikipedia.org/wiki/Paging_file.
- Masuk ke registry editor anda ( Start –> Run –> Ketik regedit )
- Masuk ke registry berikut
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SessionManager\Memory Management
- Cari key dengan nama “ClearPageFileOnShutdown”.
- Klik kanan key tersebut lalu pilih Modify dan ubah Value Data menjadi 0 jika Value Data belum sama dengan 0.
Semoga Bermanfaat
Mungkin
anda pernah mengalami proses shutdown yang begitu lama pada saat anda
ingin mematikan komputer anda. Memang proses shutdown yang memakan waktu
begitu lama akan sangat menjengkelkan bagi kita dan terlebih lagi jika
kita memang ingin segera mematikan komputer tersebut karena ada
pekerjaan yang lain.Berikut ada beberapa teknik yang bisa digunakan untuk mempercepat proses shutdown windows anda yaitu dengan cara memodifikasi beberapa registry pada windows anda.
1. Digunakan untuk menutup semua aplikasi pada saat shutdown (auto kill ).
- Masuk ke registry editor anda ( Start –> Run –> Ketik regedit )
- Masuk ke registry berikut
HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\Desktop
- Cari key dengan nama “AutoEndTasks” dan klik kanan key tersebut lalu pilih Modify, ubah Value Data menjadi 1.
2. Digunakan untuk merubah waktu menutup suatu aplikasi jika ada aplikasi yang Hang.
- Masuk ke registry editor anda ( Start –> Run –> Ketik regedit )
- Masuk ke registry berikut
HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\Desktop
- Cari key dengan nama “WaitToKillAppTimeout” dan “HungAppTimeout”.
- Klik kanan masing-masing key tersebut lalu pilih Modify dan ubah Value Data menjadi 1000.
3. Digunakan untuk menonaktifkan fasilitas Clearing Paging File.
Sebelum menggunakan langkah ini anda bisa lihat apa kegunaan paging file disini http://en.wikipedia.org/wiki/Paging_file.
- Masuk ke registry editor anda ( Start –> Run –> Ketik regedit )
- Masuk ke registry berikut
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SessionManager\Memory Management
- Cari key dengan nama “ClearPageFileOnShutdown”.
- Klik kanan key tersebut lalu pilih Modify dan ubah Value Data menjadi 0 jika Value Data belum sama dengan 0.
Semoga Bermanfaat
Disable Klik Kanan pada Dekstop & Windows Explorer
Disable Klik Kanan pada Dekstop & Windows Explorer
Jika Anda meng-enable setting di bawah ini maka tidak ada yang bisa melakukan klik kanan pada Desktop & Windows Explorer. Dengan kata lain menu yang muncul waktu klik kanan tidak ada lagi.
Ikutilah langkah berikut.
Klik Start—->Run, ketikkan regedit lalu tekan Enter.
Key: HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows \CurrentVersion\Policies\Explorer
Value Name: NoViewContextMenu
Data Type: REG_DWORD
Data: (0 = disabled, 1 = enabled)
Langganan:
Postingan (Atom)
